Seputar Harley Davidson

Sejarah Harley Davidson


Awal abad 20, dunia manufaktur berkembang pesat. Datanglah seseorang berdarah Jerman bernama Kruger, Dari Perancis ke Milwaukee Amerika. Ia bekerja untuk Aster Corporation, sebuah perusahaan yang memiliki lisensi membuat mesin sepeda motor De DionBouton. Kruger mengetahui secara detail motornya, lengkap hingga pengetahuan tentang blueprint yang dibawanya.
Bertemulah ia dengan dua sekawan yang sangat antusias mempelajari teknologi permesinan terkini pada zamannya, William S. Harley dan Arthur Davidson. Mereka langsung mempelajari tunggangan itu. Berbagai literatur yang relevan dengan “sepeda bermesin” dan mempelajari bagaimana membuat motor dan industri sepeda motor.

'Harley Davidson' edisi pertama tahun 1907! 



Berbekal rasa penasaran, membuat dua sekawan itu ingin memproduksi motor. Tujuan mereka adalah memiliki manufaktur sepeda motor berkualitas dunia! Untuk mewujudkannya, rumah orang tua pun jadi tempat percobaan. Sketsa dan desain digoreskan di atas kertas oleh Bill (sapaan akrab William S. Harley), sementara Arthur mewujudkannya dalam bentuk cetakan dari besi cor. Tiap malam mereka membuat berbagai komponen. Dari rangka hingga jeroan mesin. Mulai piston, klep-klep, connecting rod, dan berbagai macam komponen sepeda motor karya pertamanya itu. Dengan segala keterbatasan, baik pengetahuan tentang mesin maupun peralatan yang sangat sederhana, mereka terus berkarya mewujudkan keinginan. Beruntung adik Arthur, William C. Davidson Jr punya keterampilan membuat perkakas bengkel. Sambil memberi saran-saran, ia pun terkadang terjun langsung membantu.

Tak bisa disangkal, proyek ini membutuhkan biaya sangat besar guna menyiasati dana yang meledak, Arthur terpaksa bekerja sebagai pegawai paruh waktu di sebuah perusahaan lain. Namun tak hanya dana yang meledak, dalam proses pembuatan tunggangan roda dua ini dapur nyonya Davidson pun ikut meledak. Entah sudah berapa kali ruangan yang senantiasa menyiapkan berbagai hidangan lezat ini, dipakai untuk melakukan percobaan pembuatan karburator.

Apa alasannya pembuatan karburator dilakukan di dapur ? sebab peranti yang dipakai sebagai salah satu komponen pengabut bensin ini asalnya dari kalen tomat, benda yang tak jauh hubungannya dengan dapur. Kaleng ini nantinya digunakan sebagai tube dalam karburator. Unik bukan ?

Temuan aneh ini tak lepas dari “peran pembantu” Ole Evinrude, seseorang yang sempat menolong selama beberapa saat. Meski kemudian, Ole lebih dikenal sebagai pembuat mesin perahu. Walaupun bantuan Ole tak berlanjut, Bill dan Arthur tetap bersikeras mewujudkan impian. Hingga suatu saat, tercipta sepeda motor pertama bermesin satu silinder empat langkah. Diameter pistonnya 54 mm dan mempunyai langkah 73 mm dengan kapasitas silinder 175 cc (10,7 cu.in)

Uji kelayakan mesin ini juga dilakukan. Dibuatnya tiga buah dapur pacu sejenis, dicoba pada berbagai macam rangka sepeda. Dengan begitu, perhitungan tentang rangka yang mampu menopang bobot mesin bisa dicapai. Pengujian lainnya, mesin dipasangi baling-baling dan dipasang pada perahu guna untuk mengetahui daya tahannya. Tanggal 29 April 1903 (bertepatan dengan hari pernikahan William C. Davidson Jr) mesin pertama ini dicoba jalan mengemudi. Tes ini tidak dilakukan oleh Bill maupun Arthur, first ride dilakoni oleh Walter adik Arthur yang saat itu bekerja sebagai masinis. Mesin berfungsi !!


Sementara itu pengembangan pun terus dilakukan. Dengan rangka yang lebih “beradab”, sasis sudah diperkuat dan dirancang khusus agar sanggup menggendong mesin baru yang memiliki kapasitas lebih besar 400 cc (24,4 cu.in). Hasil dari diameter piston 76 mm dan langkah piston 89 mm. Mesin ini pun sanggup diajak menelusuri tanjakan terjal, karena mampu memuntahkantorsi kuat, berkat rancangan flywheel yang memiliki diameter cukup besar. Tak hanya torsi yang kuat, daya yang dihasilkan tergolong besar buat sepeda motor kala itu. Motor yang tangki bensinnya di istilahkan ‘piano black’ itu, sanggup membawa seorang penumpang dengan tenaga sebanding tiga ekor kuda.


Ada hal menarik dari karya sekawanan itu. Tentang penulisan logo di motor mereka. Dengan sedikit perdebatan, Bill Harley sebagai perancang motor, berhasil meyakinkan teman-temannya agar namanya ditulis didepan. Alhasil logo Harley-Davidson bewarna merah dengan garis luar kuning terpampang di sisi tangki piano black, hasil karya seseorang yang dipanggil bibi janet.
Motor pertama yan dibuat beberapa unit ini, dapat ditelusuri dengan mudah keberadaannya. Salah satunya sempat dipegang oleh beberapa orang. Bertukar pemilik hingga lima kali. Selain itu bisa mencapai jarak tempuh cukup jauh 100.000 mil (160.000 km) tanpa kerusakan berarti.
Kabar luar biasa ini langsung menyebar luas, membuktikan keandalan sepeda motor Harley-Davidson. Sebuah upaya yang benar-benar menggembirakan.

Pabrik Harley Davidson

Kualitas memang menentukan segalanya. Reputasi harley-Davidson semakin gemilang. Kegemilangan ini membuat ratusan orang mengayunkan langkah datang ke dealer H-D. Salah satunya showroom milik C.H Lang. Awalnya toko ini menjual sepeda yng berpusat di chicago, kemudian jadi dealer H-D dan mendapat predikat America’s most successful motorcycle dealer.
Namun belum tentu semua peminat jenis transportasi baru itu tahu, kalau harley-davidson yang spektakuler ini dibuat dalam sebuah “kotak kayu” berukuran 3 x 4,5 meter. Terletak di halaman belakang rumah keluarga Davidson. Dibangun oleh ayah Davidson bersaudara. Meski pabriknya kecil, produknya sangat agresif.

Di tahun 1904, nama Harley-Davidson makin cemerlang, berkat Walter Davidson selalu memenangkan perlombaan. Bahkan tanggal 13 Desember 1905, Arthur mengklaim dalam sebuah majalah, produknya sebagai yang terbaik dan tercepat, juga mempunyai sistem pendinginan yang bagus, setelah terbukti menembus waktu 19,02 menit untuk balapan berjarak 15 mil (24 km) di Chicago pada tanggal 4 Juli. Suatu ketika, setelah Walter Davidson memenangkan sebuah lomba ketahanan dari Chicago ke Kokomo di Indiana, Perusahaan motor ini resmi didaftarkan di departemen perdagangan Amerika Serikat. Tertanggal 17 September 1907, dengan susunan direksi, yang masing-masing menyumbang buat kas perusahaan, dalam bentuk sertifikat.


Walter Davidson ( vice president and general manager) menyumbang 5000 dollar, William A Davidson (vice president and production manager) menyumbang 4000 dollar, Arthur Davidson (secretary and sales manager) menyumbang 4700 dolar dan William S. Harley (chief enggineer and treasurer) 500 dolar.

Perkembangan pabrik secara besar-besaran terjadi setelah William S. Harley menamatkan kuliah sebagai insinyur. Dengan ide segarnya ia mengajak kawan-kawannya meluaskan pabrik dan menambah produksi. Hingga pabrik diperbesar sampai berukuran 4700 kaki persegi (4.417, 28 meter persegi). Di dalamnya berkutat 36 orang karyawan membuat unit motor baru. (dalam tahun 1908, pabrik ini mampu mencatat rekor fantastis, membuat 450 unit, red). Otomatis keadaan ini membuat kepercayaan bank sangat besar. Milwaukee Marshal & Ishley Bank dan First Milwaukee National Bank adalah bank yang memberi pinjaman pertama bagi H-D (kontrak kerja sama ini berlangsung terus hingga 1969)



Perusahaan pun makin makmur, berkat sistem penjualan yang baik oleh Arthur Davidson, yang kemudian menjabat marketing director, dealer H-D semakin menyebar di seantero Amerika. Berbagai instansi memesan tunggangan produk asli negeri Paman Sam, di antaranya polisi dan Bell Telephone.
Tahun 1905, diluncurkan model 5, bermesin silinder tunggal, tenaga 4,3 dk, dari kapasitas 494 cc nya. Model 5 ini dibuat dalam dua versi. Berpengapian magnet buatan Bosch (pertama kalinya magnet Bosch dipakai), satu lagi pengapian menggunakan baterai. This is where the legend continues.

Milwaukee America’s Workshop



Kacang tak boleh lupa dengan kulitnya, begitupun Harley-Davidson tak bisa dipisahkan dari kota kelahirannya di Milwaukee, America’s Workshop. Terletak di negara bagian Wisconsin, Milwaukee merupakan kota yang indah di antara kota Minnesota dan lowa di sebelah barat, dan danau Michigan di sebelah timur. Nama Wisconsin sendiri, diambil dari bahasa Indian setempat, bermakna “tempat di mana air berkumpul”. Sudah menjadi hukum alam, sebuah peradaban akan berdomisili di tempat yang paling dekat dengan sumber air. Makanya tepian di tepian Danau Michigan ini, tumbuh berbagai komunitas yang berkembang menjadi tiga kelompok besar, yakni Juneautown,


Killbourntown dan Walkers Point. Nama-nama ini diambil dari para pendirinya sekitar tahun 1835.
Tiga Kelompok ini bertahan di sekitar Danau Michigan bertahun-tahun. Hingga di tahun 1846, karena kebutuhan akan sebuah lingkungan yang ‘lebih beradab’, diputuskan agar penduduk dari ketiga komunitas bergabung dalam sebuah tempat. Apalagi jumlahnya sudah berkembang melebihi 20.000 jiwa. Disepakatilah Milwaukee sebagai sebuah kota, walikota pertamanya Solomon Juneau, yang sudah menetap di sana sejak tahun 1818 (pendiri Juneautown).

Sekitar tahun 1846, Eropa dilanda krisis ekonomi dan lapangan kerja, keadaan yang berbanding terbalik dengan kondisi di bagian tengah benua Amerika. Lahan bermil-mil persegi luasnya membutuhkan banyak orang agar bisa dikelola. Jelas hal ini menjadi kabar paling santer di dataran Eropa yang dilanda ‘kemelaratan’ di Amerika. Tak bisa dibendung, gelombang imigran dari Jerman, Polandia, Skandinavia, Meksiko, bahkan Inggris menjejakkan kaki di Land Of Opportunity, Amerika. Termasuk Milwaukee tentunya.



Para pendatang ini memang memberi berkah bagi Milwaukee. Selain semangat kerja yang kuat, di benak mereka penuh akan ide dan memiliki fighting spirit yang kuat agar bisa tetap bertahan di tanah barunya. Tak bisa disangkal, peran para imigran itu pulalah yang membuat Milwaukee kemudian dikenal sebagai America’s Workshop, karena menjadi sebuah kawasan industri. Lebih dari 250 pusat produksi dan pabrik ada disini. Dan industri logam menjadi andalan dari kota yang populasinya berkembang menjadi 630.000 di awal abad 21.





Unknown

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar